Friday, May 2, 2025

Hey..Anak TK Juga Bisa Berpetualang!

 Setelah mendapat paksaan, dorongan, motivasi dari para ibu ibu seantero jagad Ecoethno, akhirnya sejak awal tahun 2018 ini ada lini baru di Ecoethno yaitu Kinder Club , klab petualang cilik untuk anak anak usia 5-7 tahun (TK - SD kelas 1) 

Sebetulnya pengalaman handling anak usia TK sudah dikuasai kakak kakak Ecoethno sejak jaman mahasiswa dahulu sehingga pertemuan pertama Kinder Club cukup seru. Memang beda kalau anak TK, pertemuan awal itu kita hiking di Tahura dengan gaya krucils yang baru jalan 50 m sudah duduk di pinggir jalan buat buka bekal dong !
Atau komentar lucu mereka ketika review dan ditanya apa saja yang ditemukan dalam perjalanan ? jawabannya keren keren : ada warung, ada jagung bakar, ada makanan... hihihi... 
Dan..setiap dua minggu sekali kita akan bertemu yaaa... materinya bakal seru seru , seperti anak anak SD tapi lebih 'ringan' seperti membuat shelter, cooking dan berbagai keterampilan yang dibutuhkan calon petualang yang bertanggungjawab dan mandiri 





























Wednesday, April 30, 2025

Adventure to Bajo TRIBES



Rasanya ga seru kalau setiap liburan tidak menyajikan kegiatan liburan untuk adik adik remaja . Dan seperti biasa survey diawali dengan ... Googling ! 
Alhamdulilah kalau dulu survey bisa berkali kali pergi ke remote area sambil kadang berubah karena tidak sesuai harapan, maka di zaman serba digital dan kemudahan akses ini survey cukup di mesin pencari dulu termasuk jalur perjalanan, hal hal istimewa di sebuah lokasi sampai pada membeli tiker pesawat pun semudah menjetikkan jari.

Sudah sejak 15 tahun terakhir dari hampir 30 tahun perjalanan petualangan ecoethno,  adik adik yang awet bergabung di acara liburan akhir tahun ajaran atau di bulan Desember bolak balik protes kalau lokasi yang akan didatangi yang 'biasa biasa' saja.. tuntutannya ingin semakin jauh ke remote area, semakin terpencil, unik dan ekplorasi budaya serta lingkungan yang semakin mendalam. 

Ecoethno sendiri semakin berkembang dengan berbagai pendekatan, dari mulai pendekatan Design thinking, pendekatan system thinking dan semua hal baru dalam dunia pendidikan kami lakukan, tentunya dalam balutan visi ecoethno dengan kearifan budaya, lingkungan dan metode berpetualang.  

Selain pendekatan yang kreatif kami gunakan dalam kegiatan liburan, karena basis ecoethno dalam pengembangan Leadership Life Skills maka beberapa hal selalu menjadi highlight utama, dari mulai bagaimana mengenal diri, memahami orang lain, menjadi manusia yang care dan share pada sekitar dan manusia lain, mampu berkomunikasi dengan baik, memanage sesuatu sampai bekerjasama dalam kelompok selalu menjadi target utama dalam kegiatan. Harapannya tidak jauh jauh, inginnya adik adik remaja dibekali banyak hal dan pengalaman agar suatu saat ketika menjadi pemimpin masa depan akan menjadi Khalifah Fil Ard yang baik, menjadi pengelola dunia yang bijaksana. 

Maka membawa adik adik remaja ke dunia yang berbeda menjadi metode utama agar saat berlibur ya bukan soal bermain, berpetualang, bersenang senang sendiri namun juga belajar memahami kondisi manusia di belahan lingkungan yang berbeda, membina rasa empati kepada orang lain dan belajar memahami perbedaan baik antara sesama teman maupun dengan masyarakat tempat mereka akan bertempat tinggal sementara. 

Biasanya liburan panjang ini kami membawa mereka ke remote area menjadi relawan selama 1 minggu, dengan variasi kegiatan yang bukan hanya 'bekerja'menjadi relawan remaja namun juga berpetualang di beberapa hari terakhir.
Dan setelah tahun kemarin setelah kegiatan menjadi relawan di Mentawai, ternyata respon adik adik remaja cukup senang dan ingin kembali melakukan hal yang sama di daerah lain. Saat di Mentawai, para peserta menikmati sosialisasi dan bermain bareng bersama anak anak lokal meskipun berada di daerah yang kadang sinyal HP sulit terjangkau, tidur di rumah penduduk, makan seadanya. Tapi itulah belajar memahami budaya dan kondisi yang berbeda, belajar hidup bersama selama beberapa hari , bahkan sempat menikmati upacara adat yang keren banget, saat itu ada pentasbihan salah satu kakak dari ITB yang sering bolak balik ke Mentawai menjadi anak angkat salah satu keluarga disana.
 






Nah bulan Juli nanti akan sedikit berbeda, kami akan mengajak peserta menjadi relawan remaja di Desa Mbokkita Sombori Sulawesi Tengah. Sebuah desa yang dibangun diatas laut dan berkehidupan di laut 

Sombori dikenal sebagai lokasi wisata yang eksotis terdiri dari pulau pulau kecil bahkan beberapa bagian disebut sebagai miniatur Raja Ampat. Lebih dari itu. Sombori ternyata tidak hanya menyimpan keindahan alam, namun juga memiliki cagar budaya kekayaan tradisi dari mulai lukisan tangan di Gua Berlian peninggalan zaman prasejarah sampai kehidupan masyarakat suku Bajo. Desa Mbokita tempat adik adik akan homestay dan menjadi relawan saat liburan panjang nanti  terdiri dari gugusan pulau karang dengan pesona lautnya yang begitu memukau yang terletak di Teluk Matarape dan menjadi salah satu kawasan konservasi laut Sombori.   








Sebelum sampai di pemukiman penduduk Suku Bajo, kita akan disuguhi pemandangan bawah laut yang menakjubkan dengan terumbu karang yang terbentang luas di bawah lautnya. Jangan kaget bahkan di depan rumah homestay dengan mudah kita menceburkan diri merasakan kesegaran air laut yang bening dan menikmati kelompok schooling fish berputar putar berenang di bawah dermaga. Adik adik peserta akan berinteraksi dengan anak Suku Bajo dan tentunya belajar cara hidup mereka dari mulai belajar menangkap ikan dari atas dermaga atau kalau berani spear fishing atau menangkap ikan sambil free dive. 

Apabila mempelajari peta wisata  Desa Mbokita banyak ritual yang berhubungan dengan budaya dari mulai ritual ijin kepada Tuhan, Gerhana bulan, KHitanan bahkan terdapat banyak makanan tradisional yang dapat dicicipi dan di coba dimasak sendiri oleh peserta trip. Bahkan menanam terumbu karang pun menjadi tradisi yang mulai dihidupkan kembali oleh masyarakat dan komunitas lingkungan SDC (Sombori Dive Conservation) dengan Tranplantasi terumbu karang yang nanti juga akan menjadi salah satu kegiatan relawan remaja

Sudah terbayang serunya menjadi relawan tapi nyebur ke laut terus dan bermain bareng anak anak di desa, sebenar benarnya liburan yang bermakna bagi remaja. Yang semakin seru adalah di 2 malam terakhir dari petualangan setelah berpetualang di kota Kendari di awal perjalanan untuk melakukan semacam scavenger hunt game , dan beberapa hari di Mbokkita Sombori ,peserta akan menikmati pantai yang tenang dan sepi sambil camping di lokasi glamping yang ada di sebuah pulau dengan pasir merah muda...wihhh rasa rasanya bakal seru, menjejak banyak hal dalam diri adik adik dan harapannya mereka akan menjadi khalifah fil ardh yang semakin baik dan lebih baik dari generasi sekarang. 

Berminat? Kontak aja ke 08121405647 

Thursday, April 17, 2025

Dimulai...

 

Akhirnya kita menganggap tanggal 16 Februari 2018 ini resminya ecoethno leadcampsite resmi kita buka untuk umum.
Dan tamu pertama kita adalah pikniknya keluarga Ibu Endang W plus teman temannya, kemudian di hari yang sama sekelompok keluarga alumni PAS ITB camping dan bersenang senang selama dua hari. Dan di hari terakhir long weekend dari keluarga besar sendiri dan Bandung Kayak Community memeriahkan launching ala ala Ecoethno Campsite.
Dan responsnya Alhamdulilah semua merasa kurang lama camping 2 hari, komentar akan foto dan suasana yang indah juga bertaburan di sosmed.

Dan biarkan gambar saja yang bicara...


















































Dipublish 21022018

Hey..Anak TK Juga Bisa Berpetualang!

 Setelah mendapat paksaan, dorongan, motivasi dari para ibu ibu seantero jagad Ecoethno, akhirnya sejak awal tahun 2018 ini ada lini baru di...